WELCOME

animasi bergerak gif

Jumat, 27 Juli 2012

Curhat Hati seseorang

*Dirinya*
Aku dan Mita. kami sahabat dekat. sangat dekat malah. aku sayang dia, dia sayang aku. Mita begitu perhatian padaku, bahkan perhatiannya itu terkadang berlebihan. dia menggendongku di saat aku lelah, menyuapiku makan saat aku merasa malas, bahkan memakaikan sepatu untukku. tak jarang Mita mengelap keringatku yang berjatuhan ketika selesai manggung, membelai lembut kepalaku saat aku merasa tak bersemangat. dia bilang, aku belahan jiwanya. dia bilang, aku sudah dianggapnya seperti adik sendiri. intinya, Mita.. sangat sayang padaku.

*Perasaan*
Aku tidak tahu sejak kapan. awalnya, aku biasa saja saat pertama kali bertemu Mita. yah, biasa saja. dia perempuan, dia sama seperti teman-teman perempuanku yang lain. hanya saja penampilannya lebih 'macho'. makanya aku juga memperlakukannya begitu. bersenda gurau, curhat, rangkulan, seperti saat bersama teman-temanku yang lain. tapi lama-lama, ada perasaan yang berbeda. perasaan deg-degan ketika ia mulai mendekat padaku. perasaan senang saat ia menunjukan perhatian padaku. perasaan kesal saat dia dekat dengan laki-laki atau bahkan perempuan lainnya. aku baru sadar, aku jatuh cinta pada Mita.

*Takut*
tidak banyak yang kulakukan. aku dan Mita tetap seperti biasanya. tidak ada yang berubah dariku dan darinya setelah aku menyadari perasaan ini. tentu saja begini, karena aku tidak bilang. aku tidak bilang pada Mita bahwa aku jatuh cinta padanya sejak lama. kenapa? karena aku takut. seringkali saat ada kesempatan, aku ingin menyatakan ini. setiap aku menatap mata sayunya, ingin rasanya aku memeluknya dan bilang betapa aku mencintainya. tapi di saat itu juga, aku berpikir begini.

kalau aku bilang, aku akan menyesal
kalau aku bilang, semuanya akan berubah
kalau aku bilang, aku tidak akan bahagia

karena itu aku lebih memilih untuk diam. agar semuanya tetap seperti ini. agar aku tetap bisa bersama Mita. agar aku tetap bisa disampingnya. agar aku tidak kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupku. bisa selalu disamping Mita sebagai 'sahabat'nya.

*Keinginan*
"Pokoknya, Dia udah aku anggep seperti adikku sendiri". sambil berkata begitu Mita membelai rambutku, dihadapan beberapa wartawan yang tengah mewawancarai kami. aku berusaha tersenyum saat itu, agar semua terlihat 'normal'. agar wartawan melihat betapa dekatnya kami sebagai sahabat. padahal, hatiku sakit. aku tidak puas dianggap sebagai 'adik'. aku ingin lebih. aku ingin memiliki Mita sepenuhnya. tapi sekali lagi, tidak bisa. mustahil. cinta ini sangat mustahil untuk terkabul. aku harus mengubur dalam-dalam keinginan ini. keinginan untuk memiliki Mita. yah, setidaknya aku masih bisa bersamanya. iya kan?

*Perasaan Mita*
kadang aku berpikir, tentang perasaan Mita. apa yang dia rasakan ketika sedang bersamaku? apa ia senang mempunyai sahabat sepertiku? apa justru dia malah berpikir aku ini menyebalkan? karena dia bilang aku ini manja dan ambekan. dia bilang dia tidak menyukai diriku yang seperti itu. ah, atau mungkin dia sama sepertiku? maksudku, dia juga merasakan perasaan ini. perasaan tidak wajar. perasaan Cinta terhadap 'sesama'. aku tidak tahu. aku tidak tahu apa yang ada dipikiran Mita. aku juga tidak berani bertanya. Mita, aku ingin tahu. apa yang kamu rasakan padaku. aku ingin tahu bagaimana aku di matamu. Mita, apa boleh aku berharap? berharap kamu juga memiliki perasaan yang sama sepertiku. boleh kan, Mimit?

*Doaku*
Tuhan, apa mustahil keinginanku ini untuk terkabul? tidak banyak yang kuharapkan. hanya ini. aku hanya ingin bisa bersama Mita. aku ingin bisa bahagia bersamanya. setiap hari bisa melihatnya, mendampinginya, menjadi.. 'pasangan hidupnya'. aku tahu, di dunia ini mungkin harapanku ini sulit terkabul, bahkan mungkin tidak mungkin. karena kita berdua 'sama'. karena tidak mungkin publik mau menerima pasangan seperti ini. yah, itu di dunia. mungkin di akhirat sana kau bisa mengabulkan keinginanku ini? di surga sana? ah, apa mungkin, kami harus mati dulu? lalu dilahirkan kembali, dengan Mita sebagai laki-laki, agar kami bisa bersatu di dunia? Astagfirullah, makin ngaco saja omonganku ini.

*Terakhir*
disini aku hanya mau menuliskan, intinya. Aku sayang kamu Mita. mungkin sampai aku mati perasaan ini tidak akan berubah. kita tidak mungkin bisa selamanya bersama. mungkin suatu hari nanti kamu akan menemukan laki-laki pilihanmu, dan begitu juga aku. tapi aku harap keadaan ini, keadaan kita yang bersatu dalam 'The Virgin', bisa berlangsung lama. agar aku bisa terus merasakan kebahagiaan yang tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata ini saat aku bersamamu, Mita.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar