Aku berdiri di bawah hiasan bulan
dan bintang yang indah,
Lama ku berdiri dan merenung.
Lalu Ku terjatuh dah berlutut.
Mata ku yang sudah tak kuasa membendung gelingan air mata,
Badanku seraya melemas dan memucat.
Kini derai air mata ku mulai mengalir.
Hati ku tlah beku, jiwa ku mati,
Lama ku berdiri dan merenung.
Lalu Ku terjatuh dah berlutut.
Mata ku yang sudah tak kuasa membendung gelingan air mata,
Badanku seraya melemas dan memucat.
Kini derai air mata ku mulai mengalir.
Hati ku tlah beku, jiwa ku mati,
Raga ku bagaikan kapas yang
melayang,
Seakan akan malaikat pencabut nyawa
sudah didekat ku.
Tidak ada manusia yang sempurna.
Begitupun aku....
Mengapa penyesalan itu ada?
Mengapa dia selalu datang terlambat?
Mengapa?
Aku salah menilaimu.
Aku buta melihatmu.
Aku begitu menggilaimu.
Aku gila memikirkanmu.
Mungkin aku sudah dibuatnya gila.
Ya aku Gila ?
Pkiranku pun slalu ku pusatkan kepada mu.
Nama mu pun slalu ada di pikiranku.
Kata kata ku slalu memuja mu.
Hati ku pun sudah terisi penuh oleh mu.
Tapi sekarang Penyesalan yang ku dapat.
Air mata penyesalan yang ku teteskan.
Saat ku tau engkau tak seindah yang ku harapkan.
Tak seindah yang ku fikirkan.
Mengapa dahulu tak kutanggapi nasehat itu.
Nasehat yang mengatakan *dia bukan yang terbaik untuk ku.*
Mengapa?
Bodohnya diriku.
Yang mengabaikan peringatan itu.
Maafkan aku Ayah!
Aku menghiraukan Nasehatmu.
Mengacuhkan kata kata mu.
Sekarang sudah terlambat.
Aku tlah sampai di ruang penyesalan.
Yang mungkin pintunya sudah terkunci.
Merenung sendiri disini.
Sepi, sunyi,
hanya suasa jangkrik yang terdengar.
Seolah mengiringi jatuhnya air mata ku.
Aku Benci, Aku Marah, Aku Menyesal mengenalmu, Aku tak ingin melihat mu lagi.
Mendengar namanya pun aku tak segan.
Rasa sayang itu pun secepat kilat berganti menjadi benci yang tak terduga.
Mengapa Allah mempertemukan kita.
MENGAPA???
Skarang,
Harapanku pun tlah punah sudah.
Cinta tlah berganti benci.
Aku berlari secepat mungkin.
Melupakan bayang mu,
meninggalkan jejak mu.
Dan kini aku tak bisa keluar dari gudang penyesalan ini.
Tidak ada manusia yang sempurna.
Begitupun aku....
Mengapa penyesalan itu ada?
Mengapa dia selalu datang terlambat?
Mengapa?
Aku salah menilaimu.
Aku buta melihatmu.
Aku begitu menggilaimu.
Aku gila memikirkanmu.
Mungkin aku sudah dibuatnya gila.
Ya aku Gila ?
Pkiranku pun slalu ku pusatkan kepada mu.
Nama mu pun slalu ada di pikiranku.
Kata kata ku slalu memuja mu.
Hati ku pun sudah terisi penuh oleh mu.
Tapi sekarang Penyesalan yang ku dapat.
Air mata penyesalan yang ku teteskan.
Saat ku tau engkau tak seindah yang ku harapkan.
Tak seindah yang ku fikirkan.
Mengapa dahulu tak kutanggapi nasehat itu.
Nasehat yang mengatakan *dia bukan yang terbaik untuk ku.*
Mengapa?
Bodohnya diriku.
Yang mengabaikan peringatan itu.
Maafkan aku Ayah!
Aku menghiraukan Nasehatmu.
Mengacuhkan kata kata mu.
Sekarang sudah terlambat.
Aku tlah sampai di ruang penyesalan.
Yang mungkin pintunya sudah terkunci.
Merenung sendiri disini.
Sepi, sunyi,
hanya suasa jangkrik yang terdengar.
Seolah mengiringi jatuhnya air mata ku.
Aku Benci, Aku Marah, Aku Menyesal mengenalmu, Aku tak ingin melihat mu lagi.
Mendengar namanya pun aku tak segan.
Rasa sayang itu pun secepat kilat berganti menjadi benci yang tak terduga.
Mengapa Allah mempertemukan kita.
MENGAPA???
Skarang,
Harapanku pun tlah punah sudah.
Cinta tlah berganti benci.
Aku berlari secepat mungkin.
Melupakan bayang mu,
meninggalkan jejak mu.
Dan kini aku tak bisa keluar dari gudang penyesalan ini.
Dan itu semua karna mu.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar