"Kepada saudari
nida di harap ke atas panggung!"
Hmp. Naik kepanggung lagi!
Padahal air mata tadi setelah baca puisi perpisahan saja belum
kering, sudah dipanggil baca puisi sedih lagi... Hmpp
Kali ini tentang orang tua, dengan diiringi instrumen BUNDA aku
pun semakin menjiwai dengan puisi yang aku baca, sambil terisak isak, tanpa
memperhatikan penonton, menangis didepan orang banyak, sampai-sampai
penontonpun ikut menjiwai dengan puisi yang aku baca dan mereka ikut menangis
mengiringi bait-bait puisi yang aku baca.
sampai wali kelasku yang guru B.Indonesia pun ikut menjiwai sampai
menjatuhkan hujan dipipinya.
Menjiwai puisi di depan orang banyak, dan setelah itu bernyanyi.
itu skenarionya, tapi setelah di atas panggung dan slesai membaca prosa tadi
aku cuma bisa diam nunduk sambil sesekali mengapus tetesan air mata di pipiku, masih tetap membanyangkan kedua Orang tuaku, yang memang tema dari puisi tadi, sambil
menikmati instrumen BUNDA, seharusnya aku lanjutkan bernyanyi tapi aku tetap
menunduk dan menahan air mata yang memang sulit dihentikan.
Tak mau berlama-lama
di atas panggung kemudian akupun segera turun, dan masih tetap menunduk
walaupun sebenarnya instrumen itu belum habis dimainkan, turun menghampiri
teman-temanku yang siap memberi pelukannya untuk menenangkanku. dia memujiku
"Keren nda baca puisinya!!! sampe w inget emak bapak
dirumah!!!"
Suasana masih haru, tak lama aku dikejutkan dengan sosok yang tak asing lagi,
yaahh... itu mereka yang tadi menjadi tema dalam puisi yang aku baca barusan,
aku bergegas lari menuju mereka yang memang ada di atas panggung dan mereka
masuk lewat belakang panggung, memeluk mamah erat sambil mengatakan
"Nida
sayang mama, Nida sayang banget sama mamah!! sayang bangeett!!!"
sampai ku
melepaskan pelukannya dan segera menuju ayah, memeluk ayah,
"Ayah!!!
Makasih buat segalanya, Nida Juga sayang ayah!!!"
suasana Semakin haru.....
dan tenggelam didalamya....
18 Mei 2013...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar